Bayar Zakat

Zakat Penghasilan Untuk Santri Penghafal Al-Qur'an

Cukup 2,5% dari hartamu, bantu mereka yang kurang mampu

Apa Itu Zakat Penghasilan ?

Zakat penghasilan adalah kewajiban zakat yang dikenakan pada pendapatan seseorang setelah mencapai nisab. Jumlahnya merupakan sebagian kecil dari pendapatan dan diberikan kepada golongan yang membutuhkan, seperti fakir miskin dan yatim piatu. Tujuannya adalah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat solidaritas dalam masyarakat Islam.

 

Pertanyaan Seputar Zakat Penghasilan

Umat Islam yang telah baligh, berpenghasilan tetap, dan jumlah penghasilannya telah memenuhi nisab (batas), maka wajib hukumnya mengeluarkan zakat penghasilan. Zakat penghasilan bisa dibayarkan per bulan atau per tahun. Namun alangkah baiknya jika zakat penghasilan dibayarkan per bulan begitu menerima gaji atau mendapat penghasilan.

Sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 17/08/BR/VII/2017, yang wajib mengeluarkan zakat penghasilan adalah mereka yang berpenghasilan Rp 5.240.000 per bulan. Jumlah zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5 persen dari penghasilan per bulan.
Berikut simulasi perhitungannya:
Jumlah penghasilan dalam 1 bulan x 2,5%
Jadi jika gajimu sebesar Rp10.000.000 per bulan, maka zakat penghasilan per bulan sebesar Rp250.000 (Rp10.000.000 x 2,5%).
Sedangkan jika dibayar untuk satu tahun, jumlahnya menjadi Rp3.000.000 (Rp250.000 x 12 bulan).

  • Penghasilan Mencapai Nisab

    Nisab dari zakat penghasilan berdasarkan ketetapan MUI dalam fatwa no. 7 tahun 2003 yang disebutkan, “Semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram.” Jadi, apabila dalam satu tahun penghasilan telah mencapai nisab, maka wajib membayar zakat profesi. Namun apabila belum mencapai satu tahun, harta sudah mencapai nisab, zakat profesi dapat dilakukan. Jika kamu keberatan membayar zakat dengan hitungan per tahun, kamu juga bisa membayarnya setiap bulan sekali. Dengan perhitungan nisab pendapatan sebulan mencapai seharga 653 kg gabah.

  • Penghasilan Mencapai Haul

    Menurut fatwa MUI, haul zakat penghasilan dihitung dalam waktu satu tahun. Total dari pendapatan selama setahun, apabila mencapai harga emas seberat 85 gram maka wajib berzakat. Namun, di sisi lain, Ulama Yusuf Qardhawi tidak mensyaratkan harus satu tahun untuk mengeluarkan zakat profesi. Namun, zakat dapat dikeluarkan langsung apabila telah memperoleh gaji. Anjuran ini di-qiyas-kan seperti zakat pertanian yang dibayarkan setiap waktu panen.

Setiap Muslim yang memiliki harta dan sudah memenuhi syarat-syaratnya, maka wajib baginya untuk berzakat. Adapun dasar hukum serta ketentuan zakat profesi ini terdapat dalam firman Allah SWT dalam surat Adz Dzariyat ayat 19, yang artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang yang meminta dan orang-orang miskin yang tidak mendapatkan bagian.” (QS. Adz-Dzariyat: 19) Ayat tersebut juga dikuatkan lagi oleh firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 267, yang
artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (QS. Al-Baqarah: 267)

Kenapa Harus Melalui Kami?

Sejak tahun 2016 Yayasan Alfatihah telah hadir untuk menjadi jembatan kebaikan umat. Sistem yang transparan dan akuntable menjadi keunggulan dari seluruh program yang dihadirkan. Donatur seluruh program akan mendapatkan laporan update program, dokumentasi penyaluran sesuai akad, dan penyaluran yang tepat untuk 8 asnaf adalah hal yang akan dirasakan oleh donatur yang beramal melalui program Yayasan Alfatihah.. Hingga saat ini sudah lebih dari 1000 penerima manfaat. Donatur juga telah ikut memajukan perekonomian bangsa dan akan didoakan oleh para santri penghafal Quran serta ratusan anak yatim binaan Alfatihah.

Sesuai Akad

Akad Yang Baik Harus DIsediakan Wadah Yang Sesuai Juga Sah

Terpercaya

Semua Menjadi Lebih Baik Dengan Kepercayaan & Kejujuran Bersama

Resmi

Legalitas Merupakan Acuan Dasar Untuk Kami Tetap Eksis Bagi Umat

Akuntable

Pembukuan Jelas Serta Penghitungan Akurat Menjadi Komitmen Kami

Yuk, jangan tunda zakatmu. Semakin cepat zakatmu terlaksana, semakin banyak juga penerima manfaatnya